Conditional sentences merupakan salah satu materi penting dalam Bahasa Inggris yang cukup sering dipelajari di tingkat SMP hingga SMA. Kalimat ini digunakan untuk menyatakan suatu kondisi dan hasil yang mungkin terjadi jika kondisi tersebut terpenuhi.
Dalam penggunaannya, conditional sentences tidak hanya membahas sesuatu yang mungkin terjadi. Ada juga bentuk yang digunakan untuk menyatakan fakta umum, situasi khayalan, hingga penyesalan terhadap kejadian di masa lalu.
Agar lebih mudah dipahami, mari mengenal pengertian, struktur, tipe, dan contoh conditional sentences berikut ini.
Table of Contents
ToggleApa Itu Conditional Sentences?

Conditional sentences adalah kalimat yang digunakan untuk menyatakan hubungan antara sebuah kondisi dengan hasil atau akibatnya.
Kalimat ini biasanya memiliki dua bagian utama, yaitu if clause dan main clause.
- If clause berisi kondisi atau syarat.
- Main clause berisi hasil atau akibat dari kondisi tersebut.
Contohnya:
If you study hard, you will pass the exam.
Artinya:
Jika kamu belajar dengan giat, kamu akan lulus ujian.
Pada contoh tersebut, if you study hard merupakan kondisi, sedangkan you will pass the exam merupakan hasilnya.
Struktur Dasar Conditional Sentences
Struktur conditional sentences sebenarnya cukup sederhana. Hal terpenting yang perlu dipahami adalah penggunaan bentuk tense yang berbeda pada setiap tipe.
Secara umum, bentuknya dapat ditulis seperti berikut:
If + condition, result
Contoh:
If it rains, I will stay at home.
Namun, posisi if clause juga dapat diletakkan di belakang.
I will stay at home if it rains.
Jika if clause berada di awal kalimat, biasanya digunakan tanda koma untuk memisahkannya dengan main clause. Jika if clause berada di belakang, tanda koma umumnya tidak diperlukan.
Jenis-Jenis Conditional Sentences
Conditional sentences dibagi menjadi beberapa tipe berdasarkan waktu dan tingkat kemungkinan terjadinya kondisi tersebut. Tipe yang paling umum dipelajari adalah zero conditional, first conditional, second conditional, dan third conditional.
1. Zero Conditional
Zero conditional digunakan untuk menyatakan fakta umum, kebiasaan, atau sesuatu yang selalu terjadi ketika suatu kondisi terpenuhi.
Pola yang digunakan adalah:
If + Simple Present, Simple Present
Contoh:
If you heat water to 100°C, it boils.
Artinya:
Jika kamu memanaskan air hingga 100°C, air akan mendidih.
Contoh lainnya:
- If I drink coffee at night, I cannot sleep.
- If people do not eat, they get hungry.
- If you mix blue and yellow, you get green.
Zero conditional banyak digunakan untuk membicarakan fakta ilmiah, aturan umum, atau kebiasaan yang hasilnya dapat diprediksi.
2. First Conditional
First conditional digunakan untuk menyatakan kondisi yang mungkin terjadi di masa depan.
Pola yang umum digunakan adalah:
If + Simple Present, will + Verb 1
Contoh:
If I study tonight, I will be ready for the test.
Artinya:
Jika saya belajar malam ini, saya akan siap menghadapi ujian.
Kondisi tersebut masih mungkin benar-benar terjadi.
Contoh lainnya:
- If it rains tomorrow, we will stay at home.
- If you leave now, you will arrive on time.
- If she practices regularly, she will improve her English.
- If I pass the exam, I will apply to university.
First conditional sering digunakan ketika membicarakan rencana, kemungkinan, atau konsekuensi di masa depan.
3. Second Conditional
Second conditional digunakan untuk membicarakan situasi yang tidak nyata, bersifat khayalan, atau kecil kemungkinan terjadi pada masa sekarang maupun masa depan.
Pola yang digunakan adalah:
If + Simple Past, would + Verb 1
Contoh:
If I had more money, I would buy a new laptop.
Artinya:
Jika saya memiliki lebih banyak uang, saya akan membeli laptop baru.
Kalimat tersebut menunjukkan bahwa saat ini pembicara tidak memiliki cukup uang.
Contoh lainnya:
- If I were you, I would study harder.
- If she lived near the school, she would walk every day.
- If we had more time, we would visit the museum.
- If I won a scholarship, I would study abroad.
Dalam second conditional, bentuk were sering digunakan untuk semua subjek dalam situasi formal atau pengandaian.
Contohnya:
If I were you, I would accept the offer.
Artinya:
Jika saya menjadi kamu, saya akan menerima tawaran tersebut.
4. Third Conditional
Third conditional digunakan untuk membicarakan kondisi di masa lalu yang tidak terjadi dan hasilnya juga sudah tidak dapat diubah.
Jenis ini sering digunakan untuk menyatakan penyesalan atau membayangkan hasil yang berbeda dari kejadian sebenarnya.
Pola yang digunakan adalah:
If + Past Perfect, would have + Verb 3
Contoh:
If I had studied harder, I would have passed the exam.
Artinya:
Jika saya belajar lebih giat, saya mungkin sudah lulus ujian.
Kalimat tersebut menunjukkan bahwa pembicara sebenarnya tidak belajar cukup giat dan akhirnya tidak lulus.
Contoh lainnya:
- If she had left earlier, she would have caught the bus.
- If we had known about the event, we would have attended it.
- If they had practiced more, they would have won the match.
- If I had applied earlier, I would have had a better chance.
Third conditional selalu berkaitan dengan masa lalu sehingga situasinya tidak dapat diubah lagi.
Perbedaan Conditional Sentence Tipe 0, 1, 2, dan 3
Setiap tipe conditional sentence memiliki fungsi dan waktu penggunaan yang berbeda. Cara paling mudah untuk membedakannya adalah dengan melihat apakah kondisi tersebut berupa fakta, kemungkinan, pengandaian, atau kejadian masa lalu.
A. Zero Conditional
Zero conditional digunakan untuk menyatakan fakta umum, kebiasaan, atau sesuatu yang selalu terjadi ketika kondisi tertentu terpenuhi.
Pola yang digunakan:
If + Simple Present, Simple Present
Contoh:
If you heat ice, it melts.
Kalimat tersebut menunjukkan fakta yang berlaku secara umum.
B. First Conditional
First conditional digunakan untuk membicarakan kondisi yang masih mungkin terjadi pada masa sekarang atau masa depan.
Pola yang digunakan:
If + Simple Present, will + Verb 1
Contoh:
If I study hard, I will pass the exam.
Artinya, kemungkinan lulus masih dapat terjadi apabila kondisi belajar dengan giat terpenuhi.
C. Second Conditional
Second conditional digunakan untuk kondisi yang bersifat khayalan, tidak nyata, atau kecil kemungkinan terjadi pada masa sekarang maupun masa depan.
Pola yang digunakan:
If + Simple Past, would + Verb 1
Contoh:
If I had more time, I would learn Japanese.
Kalimat tersebut menunjukkan bahwa saat ini pembicara tidak memiliki cukup waktu.
D. Third Conditional
Third conditional digunakan untuk membicarakan kondisi yang tidak terjadi di masa lalu. Karena waktunya sudah berlalu, kondisi tersebut tidak dapat diubah.
Pola yang digunakan:
If + Past Perfect, would have + Verb 3
Contoh:
If I had studied harder, I would have passed the exam.
Kalimat tersebut menunjukkan bahwa pembicara sebenarnya tidak belajar lebih giat sehingga hasil yang diharapkan juga tidak terjadi.
Secara sederhana, Anda dapat mengingat perbedaannya seperti berikut:
- Zero conditional digunakan untuk fakta atau kebiasaan.
- First conditional digunakan untuk sesuatu yang masih mungkin terjadi.
- Second conditional digunakan untuk pengandaian yang tidak nyata atau kecil kemungkinannya.
- Third conditional digunakan untuk pengandaian tentang masa lalu yang sudah tidak dapat diubah.
Contoh Conditional Sentences dalam Kehidupan Sehari-hari
Conditional sentences banyak digunakan dalam percakapan sehari-hari. Anda bahkan mungkin sering menggunakannya tanpa menyadari bahwa kalimat tersebut termasuk conditional sentence.
A. Tentang Belajar
Contoh:
If you review the lesson every day, you remember it more easily.
Ini termasuk zero conditional karena menunjukkan kebiasaan dan hasil yang umum terjadi.
Contoh lainnya:
If I finish my homework early, I will watch a movie.
Kalimat tersebut merupakan first conditional karena kegiatannya masih mungkin terjadi.
B. Tentang Sekolah
Conditional sentences juga dapat digunakan ketika membicarakan kegiatan sekolah.
Contoh:
If I were the class leader, I would organize more study sessions.
Kalimat ini termasuk second conditional karena berbentuk pengandaian.
C. Tentang Kuliah
Bagi siswa SMA yang sedang mempersiapkan pendidikan setelah lulus, conditional sentences juga dapat digunakan untuk membicarakan rencana.
Contoh:
If I pass the entrance test, I will study at my chosen university.
Contoh tersebut menunjukkan kemungkinan yang masih dapat terjadi di masa depan.
Sementara itu:
If I had prepared better, I would have received a higher score.
Kalimat ini membicarakan kondisi masa lalu yang sudah tidak bisa diubah.
Cara Mudah Membedakan Tipe Conditional Sentences
Jika masih kesulitan membedakan setiap tipe, Anda dapat mengingat fungsi utamanya terlebih dahulu. Setelah memahami konteksnya, pola tense biasanya akan lebih mudah diingat.
Gunakan panduan sederhana berikut:
- Zero conditional = fakta atau sesuatu yang selalu terjadi.
- First conditional = kemungkinan yang masih dapat terjadi.
- Second conditional = pengandaian yang tidak nyata atau kecil kemungkinannya.
- Third conditional = pengandaian terhadap sesuatu yang sudah terjadi di masa lalu.
Sebagai contoh, perhatikan perbedaannya berikut:
If I study, I get better results.
Menunjukkan kebiasaan atau fakta.
If I study tonight, I will pass the test.
Menunjukkan kemungkinan di masa depan.
If I had more time, I would study English every day.
Menunjukkan kondisi yang tidak sesuai dengan keadaan sekarang.
If I had studied last night, I would have passed the test.
Menunjukkan penyesalan atau pengandaian terhadap masa lalu.
Dengan membandingkan contoh-contoh tersebut, Anda dapat melihat bahwa perubahan tense juga mengubah makna dari conditional sentence.
Conditional sentences adalah kalimat yang digunakan untuk menyatakan hubungan antara suatu kondisi dan hasilnya. Dalam Bahasa Inggris, terdapat empat tipe utama yang umum dipelajari, yaitu zero conditional, first conditional, second conditional, dan third conditional.
Zero conditional digunakan untuk fakta, first conditional untuk kemungkinan di masa depan, second conditional untuk pengandaian yang tidak nyata, sedangkan third conditional digunakan untuk kondisi masa lalu yang sudah tidak dapat diubah.
Daripada hanya menghafalkan rumus, akan lebih mudah jika Anda memahami konteks penggunaannya terlebih dahulu. Dengan begitu, Anda bisa menentukan tipe conditional sentences dalam Bahasa Inggris dengan lebih tepat saat mengerjakan soal maupun ketika menggunakannya dalam percakapan.