Dalam laporan PKL, siswa tidak hanya mencatat kegiatan yang dilakukan selama praktik. Ada bagian yang perlu ditulis dalam bentuk teks prosedur ketika menjelaskan langkah kerja, dan ada pula bagian yang menggunakan pola laporan hasil observasi ketika menjelaskan objek, alat, tempat kerja, atau kondisi yang diamati selama PKL.
Keduanya memiliki fungsi yang berbeda, tetapi sama-sama penting untuk membuat laporan PKL lebih runtut dan mudah dipahami. Dengan memahami struktur serta ciri kebahasaannya, Anda akan lebih mudah menulis bagian kegiatan, pembahasan, maupun gambaran tempat PKL secara lebih tepat.
Table of Contents
ToggleApa Itu Teks Prosedur?
Teks prosedur adalah teks yang menjelaskan cara melakukan suatu kegiatan melalui langkah-langkah yang disusun secara urut. Dalam laporan PKL, teks ini biasanya digunakan untuk menjelaskan bagaimana suatu pekerjaan dilakukan dari awal hingga selesai.
Contohnya bisa berupa prosedur menginput data, mencetak dokumen, melayani pelanggan, mengoperasikan alat, atau melakukan proses kerja tertentu. Karena berisi tahapan, susunan teks prosedur harus jelas agar pembaca dapat memahami urutan pekerjaan dengan benar.
A. Struktur Teks Prosedur

Struktur teks prosedur umumnya terdiri dari beberapa bagian utama. Susunannya bisa berbeda tergantung jenis kegiatan yang dijelaskan, tetapi biasanya meliputi:
- Tujuan, yaitu hasil yang ingin dicapai dari kegiatan.
- Alat dan bahan, jika kegiatan membutuhkan perlengkapan tertentu.
- Langkah-langkah, yaitu tahapan kerja yang disusun secara urut.
- Hasil atau penutup, jika diperlukan untuk menjelaskan hasil akhir proses.
Dalam laporan PKL, bagian alat dan bahan tidak selalu harus ada. Jika kegiatan hanya berupa proses administrasi, Anda bisa langsung menjelaskan tujuan dan langkah-langkahnya.
B. Ciri Kebahasaan Teks Prosedur
Teks prosedur banyak menggunakan kata kerja tindakan karena fokusnya menjelaskan pekerjaan. Kata seperti membuka, memasukkan, memilih, memeriksa, mencetak, menyimpan, atau menghubungkan sering digunakan dalam bagian ini.
Selain itu, penulis juga menggunakan kata penghubung urutan seperti pertama, kemudian, selanjutnya, setelah itu, dan terakhir. Istilah teknis yang sesuai dengan bidang PKL juga bisa digunakan agar penjelasan lebih akurat.
D. Contoh Teks Prosedur dalam Laporan PKL
Misalnya, siswa melakukan kegiatan input data pelanggan di bagian administrasi. Penulisannya dapat dibuat seperti berikut:
Prosedur Menginput Data Pelanggan
- Buka aplikasi pengolahan data yang digunakan perusahaan.
- Masukkan username dan password pada halaman login.
- Pilih menu data pelanggan.
- Masukkan data sesuai dokumen yang tersedia.
- Periksa kembali data yang telah diinput.
- Klik tombol simpan untuk menyelesaikan proses.
Contoh seperti ini cocok dimasukkan pada bagian uraian kegiatan atau pembahasan pekerjaan selama PKL.
Apa Itu Laporan Hasil Observasi?
Laporan hasil observasi adalah teks yang berisi informasi berdasarkan objek yang diamati secara langsung. Penulisannya harus bersifat faktual, objektif, dan tidak terlalu banyak memasukkan pendapat pribadi.
Dalam laporan PKL, bentuk ini dapat digunakan untuk menjelaskan kondisi tempat kerja, ruang administrasi, alat produksi, sistem pelayanan, fasilitas perusahaan, atau objek lain yang benar-benar diamati selama kegiatan berlangsung.
A. Struktur Laporan Hasil Observasi
Laporan hasil observasi biasanya disusun dari informasi umum menuju informasi yang lebih rinci. Struktur yang umum digunakan terdiri dari:
- Pernyataan umum, berisi gambaran awal tentang objek.
- Deskripsi bagian, menjelaskan ciri, fungsi, atau bagian dari objek.
- Deskripsi manfaat, menjelaskan fungsi atau kegunaan objek jika diperlukan.
Struktur ini membantu pembaca memahami objek secara bertahap, bukan sekadar membaca daftar informasi yang terpisah.
B. Ciri Kebahasaan Laporan Hasil Observasi
Laporan hasil observasi menggunakan bahasa baku dan objektif. Informasi yang ditulis harus berdasarkan hasil pengamatan, bukan perkiraan atau pendapat pribadi yang tidak dapat dibuktikan.
Kata benda dan kata kerja banyak digunakan untuk menjelaskan objek serta fungsinya. Istilah teknis juga dapat digunakan jika memang berkaitan dengan bidang kerja yang diamati selama PKL.
C. Contoh Laporan Hasil Observasi dalam PKL
Misalnya, siswa mengamati ruang administrasi perusahaan. Penulisannya bisa seperti berikut:
Ruang administrasi merupakan bagian yang digunakan untuk mengelola berbagai dokumen perusahaan. Ruangan ini dilengkapi komputer, printer, lemari arsip, dan perangkat pendukung lainnya. Setiap peralatan digunakan untuk membantu pengolahan data serta penyimpanan dokumen agar kegiatan administrasi berjalan lebih teratur.
Contoh tersebut tidak menjelaskan langkah kerja, tetapi menggambarkan objek berdasarkan hasil pengamatan. Inilah yang membedakannya dari teks prosedur.
Perbedaan Teks Prosedur dan Laporan Hasil Observasi
Teks prosedur dan laporan hasil observasi sama-sama bisa digunakan dalam laporan PKL, tetapi tujuan penulisannya berbeda. Teks prosedur fokus pada proses, sedangkan laporan hasil observasi fokus pada objek dan informasi yang ditemukan selama pengamatan.
A. Teks Prosedur Menjelaskan Cara Melakukan Sesuatu
Teks prosedur digunakan ketika Anda ingin menjelaskan tahapan kerja secara urut. Fokus utamanya adalah bagaimana suatu kegiatan dilakukan dari awal sampai selesai.
Contohnya seperti prosedur melayani pelanggan, cara mengoperasikan mesin, proses input data, atau tahapan membuat dokumen.
B. Laporan Hasil Observasi Menjelaskan Hasil Pengamatan
Laporan hasil observasi digunakan ketika Anda ingin menjelaskan kondisi atau karakteristik suatu objek. Fokusnya bukan pada langkah kerja, tetapi pada informasi yang diperoleh dari hasil melihat dan mengamati.
Contohnya seperti kondisi ruang kerja, fungsi mesin, sistem administrasi, fasilitas perusahaan, atau pembagian bagian kerja.
C. Urutan Penulisannya Juga Berbeda
Teks prosedur disusun berdasarkan urutan kegiatan. Setiap langkah harus tersusun secara logis agar prosesnya mudah dipahami.
Sementara itu, laporan hasil observasi disusun dari gambaran umum menuju informasi yang lebih spesifik. Struktur ini membuat deskripsi objek menjadi lebih teratur.
Bagaimana Teks Prosedur dan Observasi Dipakai dalam Laporan PKL?
Dalam laporan PKL, kedua jenis teks ini tidak selalu harus diberi judul “Teks Prosedur” atau “Laporan Hasil Observasi”. Keduanya bisa muncul secara alami di beberapa bab, tergantung informasi yang ingin Anda sampaikan.
Beberapa contoh penerapannya antara lain:
- Profil atau gambaran tempat PKL dapat menggunakan pola laporan hasil observasi.
- Deskripsi alat dan fasilitas dapat ditulis berdasarkan hasil observasi.
- Uraian tahapan pekerjaan lebih cocok menggunakan teks prosedur.
- Pembahasan proses kerja dapat menggabungkan prosedur dan hasil observasi.
- Analisis kondisi tempat kerja dapat menggunakan data yang diperoleh dari pengamatan.
Dengan memahami fungsi masing-masing, Anda bisa menentukan bentuk penulisan yang sesuai untuk setiap bagian laporan.
Tips Menulis Teks Prosedur dan Observasi untuk Laporan PKL
Laporan PKL tetap harus menggunakan bahasa formal dan berdasarkan kegiatan yang benar-benar dilakukan. Karena itu, penulisannya harus jelas, runtut, dan sesuai dengan kondisi yang Anda temui selama praktik.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:
- Gunakan bahasa baku dan mudah dipahami.
- Tulis informasi berdasarkan kegiatan atau pengamatan yang benar-benar dilakukan.
- Susun langkah kerja secara urut.
- Gunakan istilah teknis sesuai jurusan dan bidang PKL.
- Hindari terlalu banyak pendapat pribadi dalam laporan hasil observasi.
- Catat kegiatan selama PKL agar proses penyusunan laporan lebih mudah.
Teks prosedur dan laporan hasil observasi memiliki fungsi yang berbeda dalam laporan PKL. Teks prosedur digunakan untuk menjelaskan bagaimana suatu pekerjaan dilakukan, sedangkan laporan hasil observasi digunakan untuk menjelaskan objek atau kondisi yang diamati selama praktik.
Dengan memahami struktur dan ciri keduanya, Anda dapat menyusun laporan PKL secara lebih runtut, objektif, dan mudah dipahami. Keduanya juga membantu membuat laporan tidak hanya berisi cerita kegiatan, tetapi memiliki bentuk penulisan yang lebih terstruktur dan sesuai dengan kaidah Bahasa Indonesia.